Model Pengelolaan Manajemen kinerja Pada Ma'had al-jami'ah IAIN kendari

MODEL PENGELOLAAN MANAJEMEN KINERJA PADA MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN KENDARI
WINARTI
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
winartiwiwinsa@gmail.com
Abstract
 this study aims to analyze the management model of performance management. This research is a descriptive qualitative type conducted at Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari., shoutheast Sulawesi, Indonesia. Ma’had is aresidential or residential building for students who get scholarships the existence of Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari is starting to become a concern because it is able to accommodate students to live in the campus environment facilities provided by Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari are very many this research will discuss the Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari.
Keywords : Management models, Performance management, Ma’had Al Jami’ah Islamic state institute of Kendari
Abstrak
 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan manajemen kinerja. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif yang dilakukan di Ma’haad Al-Jami’ah IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ma’had merupakan hunian atau bangunan tempat tinggal bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Keberadaan Ma’had Al –Jami’ah IAIN Kendari mulai menjadi perhatian kaena mampuh menampung mahasiswa untuk tinggal dalam lingkungan kampus. Fasilitas yang disediakan Ma’had Al –Jami’ah sangat banyak . Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai model pengelolaan kinerja musyrifah Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari.
Kata kunci: Model pengelolaan, Manajemen Kinerja, Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari



PENDAHULUAN 
   Dalam pengelolaan sebuah organisasi atau Ma’ahad, diperlukan tata kelola atau manajerial yang baik. Pengetahuan dasar manajemen perlu dipahami dan diterapkan dengan baik oleh manajer sehingga akan sangat membantu dalam melaksanakan  tugas-tugasnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. 
  Manajemen yang baik adalah kunci kesejahteraan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam organisasi.Salah satu aspek kunci dalam manajemen adalah bagaimana manajer dapat mengenali peran dan pentingnya para pihak yang akan menunjang pencapaian tujuan Ma’had. Pengeluaran organisasi dalam sumber daya manusia adalah paling dominan dibanding pengeluaran dalam sumber daya yang lain. Artikel ini membahas bagaimana cara melakukan model pengelolaan manajemen kinerja untuk mengantar kinerja pegawai (musyrifah) Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari.
   Manajemen merupakan suatu proses yang sangat dibutuhkan , karena dalam proses manajemen terdapat langkah-langkah atau tahapan dalam mencapai tujuan Ma’had sehingga dapat mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Selain proses manajemen yang perlu diperhatikan dalam sebuah organisasi, kinerja dalam sebuah instansi juga perlu diperhatikan. Karena, kinerja merupakan hasil kerja dan juga penilaian atas kerja seseorang yang berkecimpung dalam dunia kerja sebuah instansi. Oleh karenanya, kinerja juga membutuhkan manajemen, agar hasil yang diperoleh atau kinerja dari para pegawai dapat mencapai hasil yang ditujukan organisasi. Melaksanakan manajemen kinerja akan memberikan manfaat bagi pegawai baik individu maupun kelompok. Manajemen kinerja mendukung tujuan menyeluruh organisasi dengan mengaitkan pekerjaan dari setiap pekerja dan manajer pada keseluruhan unit kerjanya. (Nursam, Manajemen Kinerja, 2017)

METODE

Subjek  
  Subjek penelitian adalah  MANAJEMEN KINERJA PADA MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN KENDARI , yang akan mengambil dua bagian yaitu  Musyrifah dan pengelolah sebagai perwakilan subjek dalam pengembangan sistem penilaian kinerja.

Alat Pengumpul Data 
 Pengumpulan data dilakukan melalui dokumen Ma’had, wawancara dan observasi dengan beberapa musyrifah  yaitu koordinator bagian pengelolah, serta supervisor masing-masing bagian pengurus. 
Prosedur penelitian sebagai perencanaan perubahan yang digunakan adalah dengan model Hasil action research akan mencakup dua hal, yaitu:
Ma’had mampu menggunakan penelitian sebagai panduan dalam bekerja dan berubah,
Peneliti mampu mempelajari proses untuk memperoleh pengetahuan baru yang dapat digunakan. Komponen kunci dari action research adalah pengumpulan data survei secara sistematik yang akan digunakan sebagai umpan balik bagi pihak yang bersangkutan, dan sebagai dasar untuk merencanakan langkah selanjutnya.

Analisis 
   Analisis menggunakan fase-fase yang ada dalam siklus manajemen kinerja sebagai panduan dalam mengevaluasi data hasil wawancara. 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 
  peran manajemen kinerja pengelola  dalam perkembangan Ma’had yaitu“manajemen kinerja Ma’had sangat baik , karena di dalam manajemen yang terpenting adalah fungsi-fungsi dalam manajemen, seperti: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, evaluasi. 
Untuk kinerja di ma’had tidak terlalu banyak untuk pengelola, tetapi kinerja yang banyak itu kepada musyrifah, karena seorang musyrifah yang mengontrol, melihat, mengawasi, memantau semua mahasatri. Dan seorang musyrifah memiliki tanggung jawab penuh terhadap apa yang terjadi di ma’had.
  Di dalam ma’had sudah berjalan efektif dengan dipisahnya musyrifah pada setiap lantai, dan itu dikembalikan kepada individu seorang musyrifah.
  system pengaruh ma’had disini pembagian kamar itu sudah menjadi tanggung jawab udztadzah, dan system pembagian kamar di ma’had  dilaksanakan setiap setahun sekali, dan menggunakan system rolling. Misalnya mahasantri yang sudah tinggal dilantai 4, akan dipindah ke lantai 1, begitupun dengan lantai 2 dan 3. Untuk mengatur mahastri bisa dikatakan sulit, karena tidak semua mahasantri mengikuti tata tertib yang berlaku di ma’had.

A.  Pengertian manajemen kinerja 
 Kata Manajemen Kinerja merupakan penggabungan dari kata manajemen dan kinerja. Manajemen berasal dari kata manager yang berarti mengatur. Menurut George R Terry dalam bukunya Principles of Management, Manajemen merupakan suatu proses yang menggunakan metode ilmu dan seni untuk menerapkan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok manusia yang dilengkapi dengan sumber daya/faktor produksi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu, secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut John R Schermerhorn Jrdalam bukunya Management, manajemen adalah proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya yang dimiliki, baik manusia dan material untuk mencapai tujuan. Dari beberapa definisi manajemen yang diberikan oleh para ahli, dapat disimpulkan manajemen mencakup tiga aspek, yaitu:
   a. Pertama : manajemen sebagai proses
 b. Kedua : adanya tujuan yang telah ditetapkan 
  c. Ketiga : mencapai tujuan secara efektif dan efisien 
   Kata kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja yang pada dasarnnya dalam bahasa Inggris adalah performance, yang sering diindonesiakan menjadi kata performa. (Nursam, Manajemen Kinerja, 2017)

B. Model Pengelolaan 
   Model pengelolaan kinerja dapat diartikan sebagai pola/bentuk atau prosedur kerja yang teratur dan sistematis yang dijadikan acuan dalam menjalankan yang dilakukan oleh organisasi atau lembaga pendidikan agar pengetahuan, kemampuan,dan keterampilan pegawai atau tenaga pendidik sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka dalam menunjukan kemampuan dan keberhasilan mereka dalam melaksanakan tugas-tugas .

C. Model Manajemen Kinerja
  Model manajemen kinerja Ken Blanchard dan Garry Ridge cukup sederhana yang disebut system, terdiri dari 3 bagian: (1) performance planning (perencanaan kinerja), yaitu menetapkan tujuan, sasaran dan standar kerja, (2) Day to day Choaching (coaching setiap hari) atau executiaon (pelaksanaan), yaitu mengamati dan memonitor kinerja, memuji kemajuan dan mengarahkan ulang jika diperlukan, (3) performance Evaluation (evaluasi kinerja) atau review dan learning (peninjauan ulang dan pembelajaran), yaitu duduk bersama meninjau ulang di akhir kinerja waktu. (Rulitawati, 2020)

D.  Proses manajemen kinerja 
1. Masukan.
 Masukan tersebut berupa: sumber daya manusia (SDM), modal, material, peralatan dan teknologi serta metode dan mekanisme kerja. Manajmen Kinerja memerlukan masukan berupa tersedianya kapabilitas SDM, baik sebagai perorangan maupun tim. Kapabilitas SDM diwujudkan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan kompetensi. SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses kinerja maupun hasil kerja. 
 2. Proses.
Proses manajemen kinerja dijalankan secara transparan terutama terhadap orang yang terpengaruh oleh keputusan yang timbul dan orang mendapatkan kesempatan melalui dasar dibuatnya suatu keputusan. 
3. Keluaran.
Keluaran merupakan hasil langsung dari kinerja organisasi, baik dalam bentuk barang maupun jasa. Hasil kerja yang dicapai organisasi harus dibandingkan dengan tujuan yang diharapkan . Keluaran dapat lebih besar atau lebih rendah dari tujuan yang telah ditetapkan. Bila terdapat deviasi akan menjadi umpan balik dalam perencanaan tujuan yang akan datang dan impelementasi kinerja yang sudah dilakukan. 
4. Manfaat.
Selain memperhatikan keluaran, manajemen kinerja juga memperhatikan manfaat dari hasil kerja. Dampak hasil kerja dapat bersifat positif bagi organisasi, misalnya karena keberhasilan seseorang mewujudkan prestasinya berdampak meningkatkan motivasi sehingga semakin meningkatkan kinerja organisasi. ia menjadi sombong yang akan membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif. (Nursam, Manajemen Kinerja, 2017)


KESIMPULAN 
   Dalam manajemen kinerja diperlukan dan diterapkannya fungsi-fungsi dalam manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi. Selain menerapkan fungsi-fungsi manajemen, perlu adanya susunan struktur kerja musyrifah agar bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan yang diberikan oleh mudir.
 Ada beberapa model pengelolaan manajemen kinerja musyrifah di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari: Membuat struktur kerja musyrifah, Menjalankan tugas masing-masing seorang musyrifah sesuai dengan amanah yang diberikan, Bertanggung jawab penuh terhadap apa yang diberikan, Melakukan perolingan kamar setiap setahun sekali, Melakukan pengontrolan mahasantri, Melakukan pengontrolan kebersihan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari.
  Untuk kinerja di ma’had itu diberikan kepada musyrifah, karena seorang musyrifah yang mengontrol, melihat, mengawasi, memantau semua mahasatri. Dan seorang musyrifah memiliki tanggung jawab penuh terhadap apa yang terjadi di ma’had. 


DAFTAR PUSTAKA
Nursam, N. (2017). Manajemen Kinerja. Of Islamic Education Management, 167-168.
Nursam, N. (2017). Manajemen Kinerja. Of Islamic Education Management, 168.
Nursam, N. (2017). Manajemen Kinerja. Of Islamic Education Management, 171-172.
Rulitawati, M. P. (2020). Model Pengelolaan Kinerja Guru. Book, 33-36.


Komentar